Gaming

Review MPL Indonesia Season 17 Regular Season: Meta Kita Musti Banyak Berbenah?

Regular season MPL ID Season 17 penuh kejutan, ditandai tumbangnya tim veteran dan dominasi konsisten sang juara bertahan.

Oleh Seno Triadi 7 menit baca
MPL ID Season 17

Hai, MedForians!

Musim reguler Mobile Legends Bang Bang Professional League (MPL) Indonesia Season ke-17 merupakan satu daripada turnamen esports terbesar di tanah air yang masih memikat banyak masyarakat. Betapa tidak, turnamen yang seringkali disebut sebagai “liga tani” bagi segelintir kritikus ini kedatangan sejumlah talenta muda yang sangat menjanjikan di beberapa musim kedepan, apalagi dengan kedatangan dua pemain impor dari Filipina.

Sedari pertengahan Maret dari akhir liburan Idulfitri sampai akhir Mei, publik disuguhkan pertandingan dan berbagai rivalitas yang berebut enam slot ke babak playoff di Jakarta International Velodrome, Jakarta. Tentunya, sembilan minggu yang terlewati ini banyak meninggalkan jejak baik ingatan maupun digital, dimana komunitas MLBB menyaksikan banyak plot twist tak terduga.

Apa saja yang terjadi selama sembilan minggu regular season MPL ID Season 17? Mari kita cek!

Raja Diraja Lengser Kembali, Kejatuhan Tak Disangka

RRQ Hoshi kembali menelan pil pahit kekalahan pasca performa buruk dua musim.
RRQ Hoshi kembali menelan pil pahit kekalahan pasca performa buruk dua musim.

Performa dari tim-tim veteran yang tampil di season ini tampak lebih banyak diprediksi sebagai para pemain lama yang difavoritkan komunitas, baik pengamat maupun konten kreator analis. Namun, prediksi tersebut salah besar seperti yang dibuktikan oleh RRQ Hoshi dan Alter Ego.

Tim RRQ Hoshi yang digawangi para roster andalannya, SuperDann, SuperKenn, Rinz, Idok, dan SuperToyy justru terpuruk di posisi terakhir klasemen akhir regular season. Kendati demikian, setiap game yang mereka mainkan memiliki penguasaan early game yang begitu baik. Namun di saat fase mid hingga late game setelahnya mekanik gameplay dari RRQ tidak begitu stabil dan seringkali goyah dan tak terkoordinasi. Ambil contoh, ketika Gold Laner SuperToyy ingin membantu rekannya untuk menyerang balik lawan saat menunggu Lord Spawn, dirinya lebih banyak melakukan gerakan tambahan sehingga lebih mudah dilabrak Hero lawan tim. Atau penggantinya, Kuroky, yang dinaikkan dari skena MDL, malah tidak fokus menggunakan spell di fase persiapan, dimana Hero yang ia pakai, Harith, malah membawa Spell Rejuvenation, ketimbang spell kabur seperti Flicker. Alhasil, RRQ harus menelan angka kekalahan match sebanyak 14 kali dari 16 total pertandingan, dimana mereka hanya menang 2 kali, itupun semasa di paruh kedua musim.

Kemudian, tim Natus Vincere (Navi) yang memboyong coach Filipina juara M6 bersama ONIC PH, YnoT, tidak mampu menghasilkan kinerja yang didambakan. Performa tim yang digawangi Karss, Andoryuuu, UK1R, Xyve dan APHRO, gagal masuk playoff pada musim ke-17 kali ini dan harus puas di posisi ke-8 klasemen. Kendati begitu, secara kemenangan pada game mereka lebih baik dari RRQ Hoshi, bahkan sempat membendung gempuran dari tim-tim kuat macam EVOS, Bigetron by Vitality dan GEEK FAM ID.

Alter Ego tampil kurang meyakinkan meskipun difavoritkan bakal juara musim ini.
Alter Ego tampil kurang meyakinkan meskipun difavoritkan bakal juara musim ini.

Kembali dengan roster full Indonesianya, Alter Ego Esports jadi tim yang mungkin harus merasakan apes pada musim ini, meskipun digadang-gadang jadi favorit juara musim ini. Secara gameplay mereka bermain tidak jauh berbeda dengan waktu mereka berjuang di musim sebelumnya, dimana tim yang dilatih oleh eks pemain DotA 2, Xepher ini menunjukkan performa meyakinkan melawan tim-tim seperti GEEK, NAVI dan RRQ. Namun, tentunya agresivitas yang didapatkan dari tim-tim saingannya seperti BTR, EVOS, dan bahkan ONIC ID membuat tim yang dijuluki “La Familia” harus menggodok strategi lebih matang di musim selanjutnya.

Bangkitnya Para Kuda Hitam

DEWA United Esports jadi tim dengan performa para pemain baru gemilang di seantero musim reguler MPL ID Season 17.
DEWA United Esports jadi tim dengan performa para pemain baru gemilang di seantero musim reguler MPL ID Season 17.

Pada musim ke-16 sebelumnya, dua tim yang terpuruk mendadak bangkit lagi setelah banyak berbenah. Geek Fam ID dan Team Liquid ID merupakan dua tim yang kini menjadi teror para veteran dimana keduanya mampu menahan RRQ Hoshi dan Bigetron by Vitality pada paruh pertama musim.

Geek Fam ID masih ditenagai oleh kapten mereka, Baloyskie, dengan kedatangan dua pemain lainnya dari skena MDL yakni marceL dan Nazara. Keduanya menunjukkan adaptasi yang lebih lancar setelah transisi dari Geek Fam ID Junior. Sebelumnya, posisi jungler diisi oleh Maykids yang berkiprah pada minggu-minggu awal MPL ID Season 17. Kendati begitu, kondisi yang ia alami pada saat itu memaksakan dirinya harus turun ke MDL, kemudian digantikan Nazara. Penggantian tersebut malah membuat Geek Fam lebih bergairah di minggu-minggu sisa regular season. Meski hasil yang didapat begitu lumayan, performa dari lawan-lawannya memaksakan timnya berada di posisi jurang eliminasi yakni di posisi keenam klasemen akhir.

Team Liquid ID merupakan tim yang memiliki rapor buruk sepanjang season ke-16, dimana performa mereka mencetak 4 kali menang dan 12 kali kalah dari total 16 match. Kali ini, mereka mulai lebih berbenah lagi dengan mengganti sebagian besar roster-nya, sehingga menyisakan EXP Laner Aran, Gold Laner Kyou, dan Jungler Kevinn. Mendatangkan juga Mid Laner Drichel dan Roamer Lyoni, TLID banyak memainkan roster barunya termasuk di Week 2 dan Week 9 dengan hasil akhir yang gemilang di peringkat kedua akhir musim regular, dengan 10 menang dan 6 kalah dalam 16 total match.

Salah satu kejutan yang tak diduga datang dari DEWA United Esports. Tim dengan pemain QINN, Dolynn, Octa, Muezza dan Maybeee banyak menebar kecemasan di antara banyak tim besar yang bersaing. Hanya EVOS, ONIC dan TLID yang mampu membaca sergapan makro permainan mereka selama di Land of Dawn, tetapi efek tersebut membuat guncangan bagi para tim veteran agar lebih improve selama game di seantero musimnya. DEWA sempat mengantongi 9 menang dan 7 kalah membuat posisinya nyaman di rangking tiga, dimana angka game mereka 22-17 yang selisihnya harus berbagi dengan posisi TLID di peringkat kedua akhir klasemen.

Pemain Jiran Pengaruhi Meta Gameplay, Konsistensi Pengaruhi Segalanya

Misi lama strategi baru, ONIC ID dalam perjalanan perbaikan rekor kejuaraan MPL mereka setelah sebelumnya dijegal di season 14.
Misi lama strategi baru, ONIC ID dalam perjalanan perbaikan rekor kejuaraan MPL mereka setelah sebelumnya dijegal di season 14.

MPL ID Season 17 tidak bakal ramai jika tidak ada tiga tim favorit komunitas MLBB ini, yakni ONIC ID, EVOS Esports dan Bigetron by Vitality. Ketiganya menunjukkan performa yang begitu solid dan mengesankan, dan tentunya banyak talenta pemain profesional yang kini banyak tampil lebih meyakinkan para fandom masing-maing timnya.

Memulai dari Bigetron by Vitality (BTR), tim yang dijuluki sebagai tim Robot Merah ini lebih banyak memaksimalkan gameplay secara mikro, seperti midlaner Morenooo. Selama regular season ia memainkan lebih banyak hero mage berbasis area-of-effect (AOE) contohnya Yve, Zhuxin dan Zetian, demi menghasilkan player zoning lebih efektif bagi rekannya menghabisi musuh. Beberapa player dari musim sebelumnya seperti Emann, Shogun, Nnael dan Finn menunjukkan performa lebih baik dibanding musim sebelumnya, dimana BTR sempat mengambang di tengah-tengah klasemen bersama Dewa United dan EVOS, dengan skor 9-7 per match. Hingga artikel ini diangkat, Nnael mengantongi setidaknya 198 kill sepanjang musimnya, sedangkan Roamer Finn telah melakukan 429 assist, membuat keduanya lebih unggul dalam satu musim ini.

Rasa baru Macan Putih, EVOS Esports diperkuat oleh veteran M-Series dari Team Falcons PH, Pheww, untuk menguatkan posisi mid lane.
Rasa baru Macan Putih, EVOS Esports diperkuat oleh veteran M-Series dari Team Falcons PH, Pheww, untuk menguatkan posisi mid lane.

Kedatangan player juara dua kali M-Series dari Team Falcons PH, Pheww, ke EVOS dengan status pinjaman, membuat meta gameplay Macan Putih seketika mengalami perbaikan. Meski di awal-awal musim sempat goyah dari kekalahan timnya dari Alter Ego dan BTR, komunikasi antar pemain mulai lebih banyak diperbaiki di beberapa match selepasnya. Meski demikian, EVOS harus mengalami gontok-gontokan dalam mendapatkan slot playoff lantaran harus tunduk di beberapa match penting seperti derbi global melawan ONIC ID, dan BTR, dimana EVOS harus menelan kekalahan di setiap leg-nya. Hasil tersebut membuat EVOS harus sharing poin bersama Geek Fam ID dengan skor 8-8 menang-kalah per pertandingan, meski selisih dalam game lebih banyak.

Sebagai langganan juara per musim, ONIC Esports masih bertahan dengan sekian banyak talenta kuatnya. Menyelesaikan season ke-17 dengan rekor 13-3 match, tentunya sudah tidak dipungkiri bahwa sang Raja Langit pantas masuk ke babak playoff dengan rapor memuaskan. Faktor rekor gemilang ini tak hanya didukung dengan masuknya Kelra sebagai transfer pemain menggantikan Savero ke ONIC PH untuk bertanding di MPL PH Season 17, tetapi masuknya CW sebagai coach di musim ini membuktikan bahwa mereka masih sangat layak untuk eksis, dibantu dengan analis dan asistensi Paddington dan Yeb selama regular season berlangsung. Tim yang digawangi pro player tetap dan unggul seperti Lutpii, Kairi, SANZ, dan Kiboy tampil sangat konsisten tak cuma memanjakan para penggemar Sonic Community, basis penggemar ONIC Esports, tetapi juga komunitas MLBB yang mengidolakan para pemain tersebut.

Jadi, Apakah Meta Pemain Indonesia Mulai Tampak?

Sebelum musim reguler MPL Indonesia Season 17 dimulai, Moonton Indonesia mengunggah video teaser turnamen tersebut, mengangkat isu yang kerap ditanyakan penikmat esports MLBB: Adakah meta gameplay unik bagi para tim Indonesia?

Meskipun begitu, melihat performa sembilan tim yang berjuang demi mendapatkan prestise dan playoff untuk babak selanjutnya MPL ID musim ini, hanya beberapa pemain yang tampak mengerti akan hal tersebut.

Kedatangan dua pemain pro Filipina pemenang M-Series memaksa seluruh tim partisipan MPL Indonesia mengubah banyak mekanik gameplay yang selama ini dilakukan pada musim sebelumnya. Barangkali contoh paling nyata ditunjukkan oleh tim Geek Fam ID, Team Liquid ID, dan Dewa United yang lebih banyak berbenah dari segi disiplin selama permainan, terpengaruh dari pertemuan mereka dengan ONIC ID bersama gold laner Kelra.

Pada akhirnya, sudah saatnya tim-tim besar MLBB Indonesia mesti banyak berbenah dan berani regenerasi.
Pada akhirnya, sudah saatnya tim-tim besar MLBB Indonesia mesti banyak berbenah dan berani regenerasi.

Belajar pula dari tumbangnya RRQ Hoshi untuk kedua kalinya di musim ini, Indonesia harus memahami tentang kelemahan dari gaya permainan atau meta yang selama ini dijadikan momok bagi tim-tim besar. Dan juga, sekiranya apabila mengetahui sikap diri setiap pemain, dimana harus kendalikan ego dan terus berlatih untuk koordinasi dengan teman setim, niscaya Indonesia bisa lebih bisa siap melawan sejumlah tim yang terbilang sengit sekelas Team Liquid PH dari Filipina.

Pada akhirnya, Indonesia patut belajar dari meta mekanik makro ala Filipina langsung dari sumbernya. Tidak salah sebenarnya untuk mempelajari agar bisa setara dengan pesaing beratnya harus mendatangkan satu aspek yang menjadikan saingannya bisa maju, dan harapannya bisa pengaruhi performa dan gaya permainan tim-tim esports MLBB Indonesia dalam jangka panjang.

Tentang Penulis

Seno Triadi
Seno TriadiPenulis di Media Formasi

Seno Triadi adalah bagian dari tim editorial Media Formasi yang berdedikasi untuk memberikan berita dan informasi terkini seputar dunia pop kultur, hobi, dan teknologi di Indonesia.

Punya pertanyaan atau ingin menghubungi tim redaksi? Email kami di [email protected]