FOKUS

Mengenal ONIC Poom, Sniper dengan Prestasi Mentereng Berpotensi Mengacak Skena Esports Free Fire Indonesia!

ONIC Esports merekrut Poom, pemain asing pertama Free Fire Indonesia, untuk memperkuat tim menghadapi ajang FFWS SEA.

Oleh Seno Triadi 5 menit baca
Rattapoom "ONEMORE" Sunthalunai tuju Indonesia dan bergabung ke ONIC Esports, perubahan apa yang bakal dirasakan skena esports Free Fire Indonesia?

Hai, MedForians!

Skena esports Free Fire di Asia Tenggara memasuki babak baru kali ini yang semakin sengit menjelang bergulirnya ajang FFWS SEA Fall 2026 mulai Jumat ini (14/8/2026).

Belum lama ini, ONIC Esports secara resmi membuat gebrakan besar dalam divisi Free Fire-nya, dengan merekrut talenta berbakat asal Thailand, ONIC.Poom, guna memperkuat komposisi skuad utama dalam perburuan gelar juara.

Tentunya, Langkah ONIC Esports ini mencatatkan sejarah baru sebagai tim Free Fire pertama di Indonesia yang mendatangkan pemain luar negeri atau pemain impor.

Namun yang menjadi pertanyaan, apakah langkah berani ONIC Esports ini dapat mengacak peta persaingan dan meta kompetitif Free Fire di Tanah Air beberapa musim kedepannya?

Rekam Jejak Prestasi dan Pengalaman Internasional Poom

Sebelum ke ONIC Esports, Poom menyandang ID lamanya, ONEMORE, sejak bergabung di tim CGGG yang kini menjadi Team Falcons Thailand. (FOTO: Garena Indonesia)
Sebelum ke ONIC Esports, Poom menyandang ID lamanya, ONEMORE, sejak bergabung di tim CGGG yang kini menjadi Team Falcons Thailand. (FOTO: Garena Indonesia)

Keputusan mendatangkan Poom, yang memiliki nama asli Rattapoom Sunthalunai, bukanlah langkah tanpa alasan.

Sebelum bergabung dengan perwakilan Indonesia, pemain bintang ini membangun kariernya di kancah Free Fire Thailand sebagai ONEMORE. Ia berhasil mencapai reputasi cemerlang di skena profesional Asia Tenggara maupun global bersama tim-tim besar seperti Sharper Esport, CGGG, dan Team Falcons.

Berbagai gelar bergengsi berhasil diraih sepanjang kariernya, termasuk membawa Team Falcons menjuarai Esports World Cup (EWC) 2024 di Riyadh.

Selain piala tingkat dunia, ia juga mengoleksi gelar juara FFWS SEA 2024 Spring serta mendominasi format Battle Royale dan Clash Squad pada FFWS SEA 2025 Fall.

Catatan prestasinya semakin lengkap dengan raihan posisi ketiga di FFWS Global Finals 2023 saat membela CGGG.

Akumulasi pendapatan kariernya kini diperkirakan telah menembus angka lebih dari USD150.000 (sekitar 1.8 miliar rupiah), mempertegas kapasitasnya sebagai salah satu eksekutor lapangan paling berbahaya di panggung esports regional.

Peran Strategis Sniper dan Amunisi Baru Skuad Landak Kuning

Dalam struktur tim Landak Kuning yang disiapkan untuk FFWS SEA Fall 2026, Poom diplot untuk mengisi peran penting sebagai Sniper.

Tak hanya Poom, susunan roster juga dirombak sejak kegagalan mereka di FFWS SEA 2026 Spring lalu. Roster untuk musim ini diisi oleh Geday sebagai Bomber, Putra dan Demonz sebagai Rusher, serta Crime sebagai Support. Jajaran pelatih dan manajemen juga diperkuat oleh Coach AFM, Analyst Parandika, serta Manager Alfa.

Diharapkan ONIC, kemampuan mekanik tinggi dan ketenangan Poom dalam situasi genting mampu memberikan variasi taktik yang segar bagi tim.           

Bisakah Landak Kuning Perbaiki Rapor ‘Kureng’ dari Prestasi FFWS Sebelumnya?

Kini, ONIC Esports menggaet Poom (kiri) dengan roster baru untuk menghadapi musim FFWS SEA 2026 Fall, bersama Demonz, Geday, Crime, dan Putra. (FOTO: Garena Indonesia)
Kini, ONIC Esports menggaet Poom (kiri) dengan roster baru untuk menghadapi musim FFWS SEA 2026 Fall, bersama Demonz, Geday, Crime, dan Putra. (FOTO: Garena Indonesia)

Dengan resminya ONIC mendatangkan ONIC Poom sebagai langkah taktis untuk memperkuat komposisi susunan pemain utama, tentunya komunitas Survivors FF berharap dapat berimpak dengan dinamika para player Indonesia untuk menggodok strategi lebih matang. Terutama para pesaingnya seperti EVOS, Bigetron, RRQ dan MBR Omega, tim yang baru lulus FFNS 2026 Fall lalu.

Namun, apakah keputusan ONIC Esports merekrut talenta internasional ini bisa menunjukkan tingginya standar kompetisi yang harus dihadapi oleh setiap tim profesional pada musim mendatang?

Transformasi Taktik dan Peran Strategis di Garis Depan

Integrasi pemain asal Thailand ini ke dalam skuad membawa perubahan fundamental terhadap dinamika lini depan tim secara keseluruhan.

ONIC.Poom diplot untuk mengisi peran ganda yang sangat krusial sebagai penembak jitu sekaligus pendobrak utama panggung pertempuran. Kehadirannya menciptakan mesin ganda yang sangat mematikan ketika disandingkan dengan rekannya, Crime.

Skema permainan ini secara otomatis mengurangi beban psikologis dan teknis yang sebelumnya hanya dipikul oleh satu orang pemain di garis depan saat terjadi pertempuran jarak dekat.

Lokal Fokus Makro, Poom Fokus Mikro

Dengan adanya pembagian tugas yang lebih terstruktur, pemain tempatan lain seperti Putra dan Demonz kini bisa bermain lebih leluasa.

Keduanya ditarik mundur untuk lebih fokus pada posisi dukungan dan jangkar pertahanan, sehingga mereka tidak lagi terpaksa memenangkan duel bidikan yang berisiko tinggi.

Kemampuan Poom sebelum masuk ke ONIC terlihat saat ia membela Team Falcons pada musim FFWS 2023 hingga 2025 lalu. Sebagai Rusher, ia dapat mengisolasi target lawan dan secara konsisten, dimana ia pernah membawa Team Falcons mengantongi dua kali Booyah pada fase knockout stage FFWS Global Finals 2025 November lalu. Bahkan jika mundur empat musim kebelakang lagi sewaktu Poom bersama CGGG sebelum bermitra dengan Team Falcons, konsistensi tim begitu terasa di FFWS 2023 di Bangkok, November 2023, sehingga menjadi ancaman buat tim-tim Indonesia yang bertanding disana.

MedForSquad memprediksi bahwa ONIC Esports akan lebih mengandalkan permainan makro di setiap Map yang dimainkan nantinya. Peletakan posisi Sniper kepada ONIC.Poom akan memberi ruang kepada player ONIC lainnya untuk membersihkan beberapa zona yang akan membawa keuntungan di beberapa fase gamenya.

Meta Free Fire Tanah Air Akan Berubah?

Kehadiran sang juara dunia Poom pada akhirnya mengubah status tim dari skuad yang sempat mengalami penurunan performa menjadi penantang gelar yang sangat optimal.

Di bawah arahan kepemimpinan taktis ONIC.Geday yang mengatur rotasi skala makro, daya tembak mekanis serta ketenangan tingkat tinggi dari pemain baru ini dengan mulus menjembatani celah strategi yang sempat hilang.

Sinergi sempurna antara barisan pemain lokal dan bakat internasional ini secara instan mengembalikan pamor tim sebagai ancaman paling menakutkan untuk musim kompetisi di wilayah sendiri.

Dengan merekrut talenta juara dunia untuk peran sebagai Sniper, ONIC secara efektif merestrukturisasi tugas dan beban kerja tim depan mereka. Integrasi kemampuan tinggi dari Poom tidak hanya mengatasi masalah kekurangan firepower di fase awal permainan, tetapi juga mengurangi tekanan teknis dari pemain inti lainnya seperti Putra dan Demonz.

Hal ini memungkinkan mereka untuk fokus sebagai jangkar pertahanan. Pergeseran komposisi ini menciptakan sinergi baru, memadukan daya serang pemain internasional dengan rotasi makro yang lebih terstruktur dari barisan roster lokal.

Keputusan ONIC untuk mendatangkan pemain asing mendorong tim-tim besar pesaing seperti EVOS, Bigetron, RRQ, dan MBR Omega untuk meningkatkan standar strategi dan kualitas roster mereka. Keberhasilan integrasi pemain asing dalam skuad lokal ini diharapkan dapat membuat permainan di Indonesia lebih fleksibel dan mampu menghadapi tekanan tinggi.

Pada akhirnya, transfer bersejarah ini bukan hanya ajang pembuktian bagi ONIC untuk memperbaiki catatan kurang memuaskan di musim lalu. Ini juga menjadi pendorong yang memaksa seluruh ekosistem esports Free Fire Indonesia untuk berinovasi di panggung Asia Tenggara.

Tentang Penulis

Seno Triadi
Seno TriadiPenulis di Media Formasi

Seno Triadi adalah bagian dari tim editorial Media Formasi yang berdedikasi untuk memberikan berita dan informasi terkini seputar dunia pop kultur, hobi, dan teknologi di Indonesia.

Punya pertanyaan atau ingin menghubungi tim redaksi? Email kami di [email protected]