Gaming

Google akan Tutup Studio Gim In-House Stadia, Mengapa?

Jangan sedih, layanan Stadia masih tetap jalan, kok~ 😁

Oleh Agung Suhendro 1 menit baca
placeholder image

Google mengkonfirmasi pada hari Senin (1/2) bahwa mereka berencana akan membubarkan divisi pengembangan gim Stadia. Hal ini termasuk penutupan dua studio yang berada di Los Angeles dan Montreal. Google menegaskan bahwa langkah ini tidak berpengaruh pada layanan dan masa depan Stadia secara keseluruhan.

Dalam blog resminya sebagaimana dikutip dari XDA Developers, sebagian besar anggota akan dialihkan ke tim yang baru, dan akan menjalani tugas yang baru. Namun, petinggi studio, Jade Raymond, veteran industri yang memiliki pengalaman bersama EA dan Ubisoft harus pamit.

Meskipun tim developer gim in-house Stadia dibubarkan, namun Google memastikan akan tetap memboyong beberapa gim yang berasal dari pihak ketiga. Google juga memastikan bahwa mereka tak lagi mengembangkan gim in house. Mereka akan berfokus pada tujuannya sebagai penyedia layanan cloud gaming.

Google juga mengatakan bahwa membuat "gim terbaik di kelasnya dari awal membutuhkan waktu bertahun-tahun dan investasi yang signifikan," menyebabkannya Google harus memikirkan kembali strateginya. Inilah barangkali alasan Google untuk "menyuntik mati" studio in house ini.

Stadia adalah sebuah layanan cloud gaming besutan Google yang awalnya diluncurkan pada akhir 2019, memungkinkan untuk streaming berbagai judul gim langsung dari browser, Chromecast Ultra, atau perangkat seluler. Pemain dapat membeli gim melalui layanan ini dan juga berlangganan Stadia Pro seharga 9,99 Dollar Amerika, yang akan memberikan diskon dan gim gratis setiap bulan.

Tentang Penulis

Agung Suhendro
Agung SuhendroPenulis di Media Formasi

Agung Suhendro adalah bagian dari tim editorial Media Formasi yang berdedikasi untuk memberikan berita dan informasi terkini seputar dunia pop kultur, hobi, dan teknologi di Indonesia.

Punya pertanyaan atau ingin menghubungi tim redaksi? Email kami di [email protected]