Gaming

Diblokir Kominfo, Kimi Hime Minta Tolong ke Presiden Jokowi

Oleh Visio 3 menit baca
placeholder image

Hai, MedForians!

Berita terbaru hadir seputar perseteruan Kimi Hime dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kali ini, Kimi Hime meminta pertolongan kepada Presiden Joko Widodo.

Dilansir dari detikINET, Kamis (25/7), hal ini ia sampaikan usai sebagian kontennya diblokir Kominfo. Ia pun meluncurkan sebuah video berdurasi berdurasi 20 menit 50 detik di kanal Youtube miliknya. Dalam video itu, Kimi merespon semua pemberitaan dan tuduhan soal kontennya yang dianggap vulgar.

Kimi mengatakan dirinya sempat dihubungi pihak YouTube beberapa hari lalu terkait panggilan Kominfo. Dia memberi sedikit alasan kenapa tak kunjung memenuhi undangan dari Kominfo.

“Selama ini hubungannya melalui perantara, yakni YouTube,” ujarnya.

Kimi kemudian membeberkan siapa saja penonton kanal YouTubenya selama ini untuk menjawab tudingan banyak anak-anak yang menonton kontennya. Sebagian besar penontonnya berumur 18-24 tahun. Selebihnya di usia 25 hingga 44 tahun. Sementara yang berusia di bawah 17 tahun hanya 16% saja.

“(Kalau dibilang) Penonton saya kebanyakan anak-anak adalah salah. Kalau ada orang tua yang merasa bahwa konten saya untuk anak-anak tidak benar.” tegasnya.

Dia pun mengingatkan para orang tua bahwa YouTube bukan untuk anak-anak saja, tapi untuk semua umur. Untuk anak-anak ada fitur yang namanya YouTube Kids.

“YouTube itu untuk semua umur dan golongan. Dan kita kreator bikin konten untuk menghibur, dan saya tidak bisa melarang anak-anak apabila meraka melihat konten saya. Di sini peran orang tua lebih diutamakan. Karena di sini orang tua harusnya mengawasi apa yang dimasukkan dan dicerna oleh anak-anak mereka,” kata Kimi.

Kimi berpendapat pemblokiran konten bukan solusi sebenarnya. Memblokir lebih mencegah tapi tidak menangani. Karena di luar sana, internet terhubung dengan banyak hal, tidak hanya kanal YouTube miliknya saja.


(Sumber: fanspage Facebook Kimi Hime)


Perempuan bernama lengkap Kimberly Khoe itu merasa kontennya tidak bermasalah. Pasalnya, kontennya tidak melanggar guideline dari YouTube maupun UU Pornografi.

“Dari semua pasal (UU Pornografi) tersebut tidak ada konten yang Kimi buat di channel, baik thumbnail atau isi konten. Tapi kenyataan, ada tiga video yang dihapus oleh YouTube,” katanya.

Kimi menilai tiga video tersebut tidak seharusnya diblokir. Misalnya soal buka baju, dia merasa tidak bilang kalau akan membuka baju yang dikenakannya atau baju di dalam game.

“Jadi itu tidak bisa dibilang melanggar. Kimi tidak melakukan itu,” ujarnya.

“Kalau memang ada yang berpikir, dari Kominfo, bahwa ini mengarah ke seksual, saya merasa mungkin memang pemikiran kalian saja yang kontennya seksual, padahal tidak ada,” tegas Kimi.

Dirinya merasa tidak melakukan pelanggaran, baik dari aturan YouTube maupun UU Pornografi. Karenanya, dia meminta untuk dijelaskan titik salahnya dimana.

“Kalau misalkan pemerintah menghapus konten saya tanpa peraturan yang jelas, cuma karena asumsi dan opini saja, tanpa ada aturan tertulis, saya merasa ini ketidakadilan,” tegasnya.

“Saya tidak bersalah, saya adalah korban. Konten saya yang tidak melanggar aturan Youtube atau perundang-undangan. Di sini saya merasa tidak aman membuat konten dan berkarya di Indonesia, karena karya saya tidak dihargai,” kata Kimi.


(Sumber: Facebook Kimi Hime)


Jika konten dianggap salah, Kimi bertanya kenapa aturan tak berlaku pada konten kreator lain yang melakukan hal yang sama.

“Padahal saya tidak pernah sekalipun mengatakan hal-hal yang berbau seksual baik di video maupun thumbnail,” tegas Kimi.

Terkait pemberitaan soal kuote Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu, soal buka baju, perempuan kelahiran 4 Januari itu kembali mengklarifikasi.

“Bapak (Ferdinandus Setu) boleh cek video saya dari awal sampai akhir tidak ada yang membuka baju sama sekali. Jadi dibilang buka baju ini lebih ke fitnah. Tidak semua orang pernah nonton video saya, banyak orang yang belum dengar nama saya, saya dibilang buka baju, itu apa artinya, kalau bukan (bikin) kesan orang terhadap saya jadi negatif, tidak semua orang tahu kenyataan,” tuturnya.

Atas kejadian ini, ia merasa dirugikan secara material, waktu dan emosi. Dia pun merasa bingung harus mengadu ke mana. Karenanya, dia meminta pertolongan kepada Presiden Jokowi yang dikenalnya sangat peduli pada industri game dan konten kreator.

“(Saya) Minta tolong ke Presiden supaya membantu menyelesaikan kasus ini supaya keadilan bisa terjadi. Supaya tidak ada lagi kasus yang kurang mengenakkan bagi konten kreator dan komunitas Youtube,” pungkasnya.

Ingin tahu lengkapnya? Berikut cuplikan videonya:

https://youtu.be/HLkZNGl101k

Tentang Penulis

Visio
VisioPenulis di Media Formasi

Visio adalah bagian dari tim editorial Media Formasi yang berdedikasi untuk memberikan berita dan informasi terkini seputar dunia pop kultur, hobi, dan teknologi di Indonesia.

Punya pertanyaan atau ingin menghubungi tim redaksi? Email kami di [email protected]