Hai, MedForians!
SCTV telah menayangkan sebuah sinetron mini seri baru berjudul Topeng Kaca yang tayang perdana pada hari Senin (10/6) lalu. Sinetron produksi SinemArt tersebut dibintangi oleh Athalla Naufal, Asisyah Aqilah, Maureen Daryanani, dan Meriam Bellina. Sinetron ini ditayangkan setiap hari mulai pukul 15.55 WIB
Akan tetapi, belum seminggu tayang, Topeng Kaca menuai kontroversi dan kritikan dari warganet karena jalan ceritanya yang dituding plagiat dari sebuah manga legendaris berjudul Glass Mask karya Suzue Miuchi, yang pernah terbit di Indonesia dengan judul Topeng Kaca juga. Manga yang terbit sejak tahun 1976 ini telah di adaptasi menjadi serial anime di tahun 1984, sebuah seri drama yang tayang pada tahun 1997-1999, seri OVA yang dirilis di tahun 1998-1999, dan seri anime reboot yang tayang pada tahun 2005-2006.
Tudingan ini muncul saat salah seorang fan Glass Mask di Twitter dengan akun @laukpaukin menemukan kemiripan antara sinetron Topeng Kaca dengan manga Glass Mask dalam thread yang dia buat. Tak hanya dari ceritanya yang sama (tentang seorang gadis yang bercita-cita menjadi aktris terkenal di panggung teater) tapi juga kemiripan salah satu karakter di sinetron ini dengan karakter di seri anime dan manga Glass Mask.
SINETRON INDONESIA MEMPLAGIAT CERITA KOMIK JEPANG?!
— i meh. HIATUS. (@laukpaukin) June 12, 2019
[A THREAD] pic.twitter.com/rbZQvbcko5
1.ALUR CERITA YANG SANGAT MIRIP
— i meh. HIATUS. (@laukpaukin) June 12, 2019
dari sinopsis ini kita bisa liat kesamaannya,YA PEMERAN UTAMA yang sama sama memiliki ketertarikan akan dunia peran tapi senetron ini cuman tayang 5 episode doang gais sedangkan manga yang sudah memiliki live action ini sudah mempunya banyak eps. pic.twitter.com/1zyMdoHWaO
2.CHARACTER
— i meh. HIATUS. (@laukpaukin) June 12, 2019
karakter pertama yaitu bu mayuko chigusa panutan ku yang diplagiati huhu pen nangis aja liat karater plagiatnya nih😭 pic.twitter.com/Ba7pgHGK1U
maya kitajima juga disini diceritain suka acting tapi bedanya yang di manga artis teater sedangkan disintron cuman sebatas pemain sinetron pic.twitter.com/Sfqdv6dN6b
— i meh. HIATUS. (@laukpaukin) June 12, 2019
Yang berbeda dari ceritanya adalah di Topeng Kaca versi sinetron, semua yang berhubungan dengan seni teater diganti menjadi dunia entertainment/pesinetronan.
Dia juga menemukan kesamaan di adegan dimana sang karakter utama dimarahi atasannya karena menonton televisi saat bekerja dan adegan dimana tiket sang karakter utama yang dibuang ke air.
3.SCENE DALAM CERITA
— i meh. HIATUS. (@laukpaukin) June 12, 2019
woi yang ini beneran pen hujat deh,ceritanya sama banget disini ada scene dimana pemeran utama kerja direstoran bersama ibunya dan ada scene yang bos nya marahin si pemeran utama karena menonton tv saat bekerja. pic.twitter.com/wwRwovjc6k
juga ini scene tiket yang dibuang ke air,kalau di anime atau manga itu dibuang di laut sama temennya dan di sinetron pun sama dibuang dikolam doang tapi /halah payah!// pic.twitter.com/EWylPfOAGa
— i meh. HIATUS. (@laukpaukin) June 12, 2019
Cuitan panjangnya mendapat banyak respons dari netizen yang kecewa lantaran pihak SCTV dan SinemArt tidak menyatakan bahwa Topeng Kaca memiliki ijin resmi dari Suzue Miuchi selaku pengarang aslinya ataupun Hana to Yume (Flowers and Dreams), majalah kompilasi komik yang menerbitkan manga Glass Mask, untuk mengadaptasikan cerita manga tersebut ke dalam bentuk sinetron.
Sebenarnya, saat sinetron ini belum tayang pun sudah ada yang curiga akan kemiripan Topeng Kaca dengan manga Glass Mask sejak 6 Februari lalu, dengan dibuatnya sebuah petisi yang dibuat oleh Agnes Kristina di situs Change.org agar sinetron ini dihentikan penayangannya.
Petisi ini mendapat banyak dukungan sejak dibuatnya thread milik @laukpaukin dibandingkan saat pertama kali dibuat, dan saat artikel ini ditulis, 2.019 orang dari pencapaian target 2.500 telah menandatangani petisi ini.
Sumber: Change.org, @laukpaukin



.jpg&w=3840&q=75)
