Otomotif

Pesona Mobil Jepang di Tengah Gempuran Mobil Tiongkok di GIIAS 2026

Dari Nissan Fairlady Z hingga Mazda 6e, mobil Jepang memiliki daya tariknya tersendiri

Oleh Ilham Purnama Sadik 6 menit baca
Nissan Fairlady Z di Booth Nissan GIIAS 2026 (Foto: Nissan Indonesia)

Hai, MedForians!

GIIAS 2026 sudah selesai diselenggarakan pada 9 Agustus lalu, dan selama pelaksanaannya sejak 31 Juli kemarin, banyak hal menarik yang terjadi di pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut.

Dan salah satu sorotan yang menarik di GIIAS 2026 adalah produk-produk baru dari jenama Jepang yang bahkan tak kalah menarik dibandingkan produk-produk baru dari jenama Tiongkok yang terkenal akan fitur yang melimpah dengan harga yang fenomenal.

Meskipun kehadirannya tidak serta merta hadir untuk menantang eksistensi produk-produk baru asal Tiongkok, namun mereka masih punya daya tarik tersendiri yang membuatnya tak kalah menarik.

Meskipun ada satu produk yang dikritik atas price positioning nya yang dianggap “kemahalan” di mata konsumen yang sudah terbiasa dengan mobil-mobil Tiongkok dengan harga yang lebih terjangkau.

Lantas, produk-produk apa saja yang dihadirkan jenama Jepang di GIIAS 2026 yang menjadi “oase” di tengah gempuran produk-produk Tiongkok?

Nissan Fairlady Z

Nissan Fairlady Z di Booth Nissan GIIAS 2026 (Foto: Nissan Indonesia)
Nissan Fairlady Z di Booth Nissan GIIAS 2026 (Foto: Nissan Indonesia)

Kita awali pembahasan ini dengan membahas salah satu legenda sports car yang ikonik dari Nissan. Nissan Fairlady Z (atau secara tidak resmi dikenal sebagai 400Z) ini merupakan salah satu sports car legendaris yang sudah hadir sejak tahun 1969.

Dan di GIIAS 2026 ini, Nissan Indonesia membawa sports car berkode sasis RZ34 tersebut dalam varian facelift – yang mana melakoni debut ASEAN nya di gelaran tersebut.

Sebelumnya, Nissan Fairlady Z RZ34 ini sudah ada di Indonesia, tetapi tidak secara resmi dijual oleh ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek), melainkan dijual oleh sejumlah importir umum seperti Ivans Motor – yang bahkan sempat membawa varian Nissan Fairlady Z Nismo.

Kembali soal RZ34 facelift, mobil yang desainnya terinspirasi dari beberapa generasi Nissan Fairlady Z yang ikonik itu dibekali mesin 3.000cc VR30DDTT V6 dengan turbo ganda (twin turbo) yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 400-an dk dan torsi 475-521 Nm – yang disalurkan ke dua roda belakang melalui transmisi 9 percepatan otomatis atau 6 percepatan manual.

Menariknya, unit yang dipajang oleh Nissan Indonesia di gelaran GIIAS 2026 merupakan varian yang “jantan sekali”, yakni varian bertransmisi 6 percepatan manual.

Meskipun pihak Nissan Indonesia sendiri belum mengumumkan harga resmi dari Fairlady Z, namun kehadiran “sang ratu adil” itu seolah menjadi oase di tengah banyaknya kendaraan elektrifikasi, terutama dari pabrikan Tiongkok.

Honda Super-One

Honda Super-One (Foto: Honda Prospect Motor)
Honda Super-One (Foto: Honda Prospect Motor)

Berbeda dengan Nissan yang menhadirkan sports car bermesin internal combustion, Honda justru tak ingin melewatkan tren kendaraan listrik murni.

Tapi tidak dengan membawa mobil listrik biasa, melainkan membawa mobil listrik yang diklaim dirancang untuk enthusiast bernama Honda Super-One.

Mobil yang berbasis dari kei car Honda N-One E: ini hadir dengan desain yang lebih sporty – yang dimana pihak Honda sendiri mengklaim bahwa Super-One tersebut mengambil inspirasi dari Honda City Turbo yang hadir di era 80-an.

Meskipun mengambil basis dari Honda N-One E, Super-One punya beberapa perbedaan mencolok dari segi desain. Salah satunya adalah bagian bodi yang lebih lebar, sehingga mobil ini diklasifikasikan sebagai city car – alih-alih diklasifikasikan sebagai kei car.

Yang menarik, sama seperti Hyundai IONIQ 5 N dengan N Grin Boost-nya, Honda juga membekali Super-One dengan BOOST mode, yang membuat motor listriknya bisa memuntahkan tenaga hingga 95 PS.

Sayangnya, pihak Honda pusat sendiri memberi kuota 100 unit setiap tahunnya untuk Super-One di Indonesia.

Bahkan, kuota mobil seharga 438 jutaan rupiah tersebut untuk tahun 2026 saja sudah ludes terjual selama gelaran GIIAS 2026 sejak pengumuman harganya di tanggal 5 Agustus lalu.

Kabar baiknya, 100 pembeli pertama yang berhasil memesan Super-One pada gelombang pertama akan segera mendapatkan unit tersebut pada Agustus ini.

Sementara pemesan yang terlambat memesan mobil tersebut harus gigit jari karena mungkin mereka baru akan menerima unitnya, minimal pada tahun depan.

Meskipun demikian, warganet mengkritisi harga dari Super-One yang membuat mobil tersebut seolah-olah menjadi rival utama dari BYD Atto 1. Bahkan Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengomentari harga 400 jutaan yang diusung untuk sebuah unit Super-One sebagai harga yang “mahal juga,” dan “akan sulit bersaing.”

Kendati demikian, Honda seolah-olah menghadirkan Super-One di Indonesia bukan sebagai pesaing di kelas city car EV mainstream seperti BYD Atto 1 atau Wuling Aira, melainkan hadir sebagai niche-oriented EV yang dikhususkan bagi petrolhead.

Toyota Land Cruiser FJ

Land Cruiser FJ (Foto: Toyota Global)
Land Cruiser FJ (Foto: Toyota Global)

Beralih ke pabrikan triple elips, Toyota baru saja memperkenalkan Land Cruiser FJ sebagai varian LC termurah menemani LC300 yang baru saja mendapatkan pembaruan powertrain menjadi hybrid.

Namun, alih-alih menggunakan mesin hybrid seperti LC300, Land Cruiser FJ hadir dengan mesin 2TR 2.700 cc yang sama seperti di Fortuner dan Hilux.

Hal tersebut memang wajar karena Land Cruiser FJ ini dibangun dari platform IMV yang sama seperti di Fortuner, Hilux (termasuk Hilux Rangga) dan Kijang Innova (kecuali Zenix).

Land Cruiser FJ hadir dengan desain ala-ala retro yang mirip seperti halnya di Land Cruiser Prado (LC250) baru, tapi dengan dimensi yang lebih compact.

Pendekatan desain tersebut tentu membuat pecinta SUV melirik calon Land Cruiser termurah tersebut. Sekalipun pihak Toyota Astra Motor (TAM) belum membuka pemesanan apalagi mengumumkan harga dari Land Cruiser FJ ini.

Kendati demikian, pengusaha ternama Jusuf Hamka dikabarkan memesan sekitar 60 unit Land Cruiser FJ – yang kian menumbuhkan harapan kemungkinan mobil tersebut dipasarkan di tanah air. Semoga saja pihak TAM menjual Land Cruiser FJ dengan harga yang menarik dibandingkan Fortuner.

Mazda dan Sedan Listriknya

Mazda 6e (Foto: Mazda Indonesia)
Mazda 6e (Foto: Mazda Indonesia)

Berbeda dari ketiga jenama Jepang lainnya, Mazda memilih untuk membawa dua mobil di kelas yang mainstream (SUV Crossover) seperti Mazda CX-30 rakitan Bogor dan CX-5 generasi terbaru, dan satu mobil listrik yang cukup menarik untuk dibahas di sini.

Sorotan utamanya adalah Mazda 6e, sebuah penerus tidak langsung dari Mazda 6 yang punya beberapa fakta menarik di dalamnya.

Salah satu trivia-nya adalah Mazda 6e ini aslinya adalah sebuah mobil dari jenama Tiongkok, yang kemudian didesain ulang oleh Mazda agar terlihat lebih selaras dengan model Mazda yang lain.

Ya, kalian tidak salah baca. Mazda 6e ini memang sedari awal dirancang oleh Changan Mazda di Tiongkok dengan menggunakan platform EPA yang juga dipakai di Changan Deepal L07 dan Changan Nevo A07.

Hasilnya, beberapa ciri khas ala EV Tiongkok seperti dashboard dengan layar infotainment besar dan minim tombol fisik hadir di Mazda 6e (dan mungkin juga menginspirasi Mazda untuk melakukan hal yang serupa pada dashboard CX-5 baru).

Secara spesifikasi, Mazda 6e yang dijual di Indonesia menggunakan baterai berkapasitas 77.9 kWh, yang dipadukan dengan motor listrik RWD bertenaga 255 PS dan torsi 320 Nm, yang bisa diajak berkendara sejauh 560 km.

Berbeda dengan percobaan penjualan EV di Indonesia oleh Mazda sebelumnya melalui MX-30 yang dijual seharga 860 juta rupiah dengan klaim jarak tempuh yang hanya 200 km, Mazda kini menjual Mazda 6e di rentang harga yang bisa dikatakan sweet spot, yakni seharga 850 juta rupiah.

Harga tersebut memang hanya lebih murah 10 juta jika dibandingkan dengan MX-30, tetapi dengan fitur dan jarak tempuh yang jauh lebih menggoda.

Pada Akhirnya…

Kehadiran model-model dari jenama Jepang tersebut bukan sekadar menjadi “tim hore” belaka di tengah gencarnya jenama Tiongkok dalam mengeluarkan model yang kaya fitur dengan harga yang menarik, tapi juga sebagai pembuktian kalau mereka pun juga masih bisa membuat model yang tak kalah menarik dibandingkan produk-produk BYD, Chery dan kawan-kawan.

Meskipun, tak semua mobil-mobil yang dibahas di atas diterima dengan baik oleh masyarakat seperti Honda Super-One yang dinilai kemahalan untuk sebuah city car EV, tetapi kehadiran mereka bak sebuah oase di tengah hegemoni pabrikan Tiongkok yang semakin masif setiap tahunnya.

Tentang Penulis

Ilham Purnama Sadik
Ilham Purnama SadikPenulis di Media Formasi

Ilham Purnama Sadik adalah bagian dari tim editorial Media Formasi yang berdedikasi untuk memberikan berita dan informasi terkini seputar dunia pop kultur, hobi, dan teknologi di Indonesia.

Punya pertanyaan atau ingin menghubungi tim redaksi? Email kami di [email protected]