Gaming

SEGA Klarifikasi Penggunaan AI di Crazy Taxi: World Tour

Perjalanan keliling dunia Axel tidak luput dari kontroversi AI.

Oleh Ibrahim Gustav Amany 2 menit baca
Screenshot Crazy Taxi World Tour (Foto: Sega)

Ah, Crazy Taxi. Game tentang mengemudikan taksi dengan cara se-chaos mungkin ini memiliki formula gameplay yang tak lekang masa. Seri ini akan kembali dengan judul terbarunya, Crazy Taxi: World Tour. Tetapi, tidak tanpa kontroversi.

Mengikuti trailer solo perdananya yang dipamerkan di XBOX Games Showcase 2026, para penggemar menemukan peringatan penggunaan AI yang tercantum di laman Steam dari Crazy Taxi: World Tour. Peringatan itu adalah sebagai berikut:

Di SEGA Corporation, kami menggunakan generative AI sebagai alat pendukung untuk para developer, yang bertujuan untuk memberi konten yang lebih baik untuk para pengguna kami dan memfokuskan para developer pada tugas-tugas kreatif.

Kami telah menggunakan alat pendukung berbasis generative AI dalam pengembangan Crazy Taxi: World Tour. AI tidak digunakan untuk 'performer' di game ini.

Peringatan ini membuat bingung para penggemar, dimulai dari eksistensinya tersendiri, dan apa yang dimaksud dengan 'performer' oleh Sega. Menanggapi kebingungan tersebut, Sega akhirnya mengeluarkan klarifikasi.

Dalam artikel yang dimuat oleh Kotaku, Kenji Kanno, pencipta seri Crazy Taxi dan juga director dari Crazy Taxi: World Tour mengungkap bahwa penggunaan AI di seri terbaru Crazy Taxi ini hanya sebagai referensi yang digunakan untuk mengolah ide para artist, yang nantinya akan dibuat oleh manusia.

Kami menggunakannya sebagai referensi, sehingga para seniman kami dapat memunculkan dan menghasilkan beberapa ide mereka, lalu mereka akan melihat gambar yang dihasilkan tersebut, dan kemudian membuat versi aslinya (yang akan dimasukkan ke game). Jadi, seluruh proses kreatif, mulai dari pemrograman hingga pembuatan aset, dikerjakan oleh manusia. Teknologi itu hanya digunakan sebagai referensi yang dapat mereka lihat, lalu mereka sendiri yang benar-benar menciptakan hasil akhir yang akan dimasukkan ke dalam game.

Topik mengenai penggunaan generative AI di dalam produksi game memang selalu menjadi perbincangan yang hangat. Sebelumnya, Clair Obscure Expedition 33 juga terkena kontroversi karena hal yang sama, menggunakan AI sebagai alat perealisasi ide yang digunakan untuk referensi dan juga untuk aset sementara yang kemudian akan diganti oleh aset yang dibuat oleh manusia.

Crazy Taxi: World Tour akan hadir pada tahun 2027 mendatang. Di game ini, kamu akan memainkan Alex yang pergi keliling dunia untuk mencari para penjahat bertopeng yang mencuri taksinya.

Pertama diumumkan 2 tahun lalu bersamaan dengan kebangkitan kembalinya Jet Set Radio, Shinobi, Golden Axe, dan Street of Rage, Crazy Taxi: World Tour, juga akan mengusung mode multiplayer yang merupakan pertama kalinya di sejarah Crazy Taxi.

Tentang Penulis

Ibrahim Gustav Amany
Ibrahim Gustav AmanyPenulis di Media Formasi

Visual novel, racing games, and animanga enjoyer. Writing deep dives is my passion.

Punya pertanyaan atau ingin menghubungi tim redaksi? Email kami di [email protected]