Teknologi

ASUS Dorong Inovasi Produksi Film Indonesia Lewat Teknologi di Balik “Pelangi di Mars”

Oleh Vicio Rizky Damar 2 menit baca
Press Conference Pelangi di Mars

Seiring dengan perkembangan industri perfilman nasional dan internasional, tuntutan untuk menghadirkan karya berkualitas tinggi pun semakin meningkat, yang tentu membutuhkan perangkat dan teknologi yang mumpuni juga dalam prosesnya. Melihat fenomena ini, ASUS berkolaborasi dengan Mahakarya Pictures dan DOSS Guava XR Studio untuk menghadirkan dukungan teknologi komputasi yang digunakan dalam proses produksi film Pelangi di Mars.

 

Film Pelangi di Mars berlatar masa depan pada tahun 2090 dan mengisahkan kehidupan seorang anak yang menjadi manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars. Film ini merupakan debut penyutradaraan film panjang sutradara Upie setelah sebelumnya dikenal melalui karya dokumenter dan video musik.

 

Produksi film Pelangi di Mars memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) dan metode produksi hybrid yang menggabungkan pengambilan gambar nyata dengan lingkungan virtual tiga dimensi. Proses ini tentu membutuhkan perangkat dengan performa tinggi dan akurasi visual yang presisi. Mulai dari pembuatan aset visual, rendering lingkungan 3D, hingga color grading untuk memastikan hasil akhir tampil sesuai visi kreatif pembuat film, seluruh tahapan tersebut membutuhkan perangkat komputasi yang mumpuni.

 

Maka dari itu, untuk mencapai hasil yang maksimal, dalam proses produksi ini Mahakarya menggunakan ASUS ProArt, rangkaian perangkat yang dirancang khusus untuk kreator profesional, termasuk filmmaker. Lini ini mencakup PC berperforma tinggi untuk pengolahan grafis dan rendering, serta monitor dengan tingkat color accuracy tinggi yang memungkinkan kreator memastikan warna dan detail visual tetap konsisten dari tahap produksi hingga final output film ini.

 

Kolaborasi ini juga menghadirkan pemanfaatan teknologi virtual production dan extended reality (XR) melalui DOSS Guava XR Studio, yang memungkinkan pembuatan lingkungan digital secara real-time selama proses pengambilan gambar. Teknologi ini membantu tim produksi memvisualisasikan dunia futuristik planet Mars secara langsung saat proses syuting berlangsung.

 

Kolaborasi teknologi ini diperkenalkan kepada publik melalui acara Gala Premiere Pelangi di Mars yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta. Acara tersebut menjadi momen perayaan bagi perjalanan produksi film yang telah berlangsung lebih dari lima tahun sekaligus menjadi kesempatan bagi para undangan untuk merasakan atmosfer dunia futuristik yang dihadirkan dalam film.

 

Film Pelangi di Mars menghadirkan jajaran pemain seperti Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Myesha Lin, dan Livy Renata, serta didukung oleh pengisi suara karakter robot seperti Bimo Kusumo, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, dan Vanya Rivani. Setelah pemutaran perdana yang mendapat apresiasi dari para undangan, film Pelangi di Mars akan segera hadir di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026, menghadirkan kisah petualangan lintas planet yang sarat imajinasi dan inspirasi bagi seluruh keluarga Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, ikuti akun media sosial resmi @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Tentang Penulis

Vicio Rizky Damar
Vicio Rizky DamarPenulis di Media Formasi

Vicio Rizky Damar adalah bagian dari tim editorial Media Formasi yang berdedikasi untuk memberikan berita dan informasi terkini seputar dunia pop kultur, hobi, dan teknologi di Indonesia.

Punya pertanyaan atau ingin menghubungi tim redaksi? Email kami di [email protected]