Bank Rakyat Indonesia (BRI) melakukan permak besar-besaran dalam rangka ulang tahunnya yang ke-130. Pada siaran langsung yang disiarkan di kanal YouTube milik bank wong cilik ini pada siang tadi (16/12), logo dan sejumlah desain branding baru diperkenalkan secara publik.
Logo Baru, Citarasa Klasik
Perubahan total ini dimulai dari logo, dengan tetap mempertahankan logogram yang sudah ada sejak lama, tulisan BRI kini berubah menjadi lebih tipis, dan hanya bertuliskan BRI saja, yang mana sebelumnya ditulis secara lengkap sebagai Bank BRI.
Selain itu, BRI dalam logo terbarunya menampilkan identitas "Bank Rakyat Indonesia", dengan penempatan kepanjangan nama Bank BRI di bawah logo.
Penegasan ini dihadirkan untuk menjaga kedekatan historis BRI dengan masyarakat, sekaligus menegaskan kembali akar kerakyatannya, bahwa di balik modernisasi yang dijalankan, BRI tetap merupakan bank yang lahir dan tumbuh bersama rakyat.
Warna Baru BRI, Semakin Kekinian
Tak hanya itu, warna branding baru Bank BRI juga berubah menjadi lebih dominan biru dan putih. Dilansir dari situs Bisnis.com, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan perseroan melakukan transformasi logo, dengan warna biru akan tetap menjadi inti identitas BRI, menjembatani tradisi dengan citra modern.
Dalam paparan yang disampaikan Hery, Nusantara Blue diperkaya dengan palet biru sekunder untuk merefleksikan nilai-nilai progresif dan customer-centric.
Kombinasi Biru dan Putih akan diterapkan untuk menciptakan estetika yang tenang, kontemporer, dan secara tegas mencerminkan identitas BRI. "Inilah logo BRI, sekarang Bank Rakyat Indonesia," kata Hery.
Rencananya, arsitektur branding baru ini akan lebih tertata dan terstandarisasi, sehingga setiap brand dibawah Bank BRI dapat membentuk satu ekosistem yang saling terkoneksi.
Tak hanya branding, kartu debit Bank BRI juga punya desain baru yang lebih kekinian dan lebih segar. Desain baru ini diterapkan mulai dari kartu debit basic hingga karu debit nasabah kelas atas.
Bank BRI Siap Jadi "Satu Bank Untuk Semua"
Seluruh perubahan ini mempertegas komitmen Bank BRI untuk bertransformasi menjadi "Satu Bank Untuk Semua". Maksudnya, Bank BRI berkomitmen untuk menjadi bank yang u, yang tak hanya melayani masyarakat kecil saja, namun bisa melayani semua kalangan.
Ada 7 poin yang mendasari perubahan besar-besaran ini, menurut Hery, sebagaimana dikutip dari Katadata. Pertama, BRI dinilai sebagai bank yang tepercaya dan mudah diakses, namun masih terlalu bergantung pada citra "merakyat". Kedua, muncul persepsi sebagai bank "tua" di kalangan masyarakat urban dan generasi muda.
Ketiga, layanan digital yang ada belum dianggap aspiratif. Keempat, koneksi emosional antara brand dan nasabah masih lemah. Kelima, identitas merek belum sepenuhnya selaras dengan ekspektasi Gen Z. Keenam, terdapat ketidaksinkronan sistemik dalam pengelolaan brand. Ketujuh, less considered di segmen urban masih rendah, terutama untuk bisnis konsumer kecil dan menengah.
Mengamini perubahan ini, Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria menegaskan bahwa perubahan ini tidak sekadar soal logo atau tampilan visual.
"Ini bukan hanya perubahan logo, tetapi perubahan pola pikir, perilaku, dan cara mengelola perusahaan. Tidak boleh ada sekat antara manajemen dan pekerja. Semua harus menyatu sebagai satu keluarga besar dengan tujuan yang sama," ujar Dony.
Dapatkan berita dan informasi terkini langsung di ponsel mu! Simak kabar terbaru pop kultur Jepang, anime, teknologi, gaming, hingga industri kreatif di kanal WhatsApp Media Formasi: Gabung Sekarang



