Bicara soal kendaraan elektrik, salah satu merek yang terkenal akan fitur dan teknologinya ialah Tesla. Perusahaan asal Amerika Serikat ini gencar mempromosikan teknologi autopilot-nya sejak peluncuran model pertama mereka, yakni Tesla Model S.
Fitur autopilot dari Tesla ini menggunakan berbagai sensor dan kamera di sekujur bodi mobil, yang dikendalikan oleh komputer pusat pada bagian dalam dasbor mobil. Fungsi dari komputer pusat ini bertugas sebagai pengolah data yang diperoleh dari sensor dan kamera tersebut.
Modul Komputer Baru Untuk Mengatur Sistem Autopilot
Namun baru-baru ini, muncul rumor bahwa beberapa kendaraan Tesla rilisan terbaru mengalami kegagalan pada bagian komputer autopilot-nya, yang mengakibatkan masalah yang signifikan. Mengutip dari laman Electrek dan ArenaEV pada Selasa (17/12) kemarin, layanan konsumen Tesla sampai kewalahan untuk menangani banyaknya komplain tentang malfungsinya autopilot ini.
Korsleting Baterai Menjadi Penyebab Utama
Akar masalah dari kerusakan modul komputer autopilot rilisan terbaru Tesla yang bernama Tesla HW4 (atau Tesla AI4) ini masih diselidiki, namun menurut salah satu sumber, kemungkinan modul tersebut rusak karena adanya konsleting pada bagian baterai bertegangan rendah selama proses kalibrasi kamera kendaraan.
Berbagai konsumen mengeluhkan kerusakan setelah mengendarai mobil baru mereka hanya dalam beberapa puluh hingga ratusan mil pertama. Dengan rusaknya modul komputer ini, berbagai fitur seperti fitur keselamatan aktif, kamera, dan bahkan GPS, navigasi, dan estimasi jarak tempuh dapat gagal berfungsi.
Akan Merilis Buletin Servis Pada Beberapa Bulan Mendatang
Model Tesla yang terdampak kerusakan komputer ini merupakan berbagai model dari Tesla Model 3 hingga Model S yang diproduksi selama beberapa bulan terakhir dengan modul AI4 terbaru.
Belum jelas apakah pabrikan asal Amerika Serikat ini telah melaporkan masalah tersebut ke Badan Transportasi Amerika Serikat (NHTSA), yang terkenal cukup ketat dalam menegaskan peraturan keselamatan pengguna jalan.
Sebelumnya pada bulan April lalu, NHTSA memaksa recall kepada berbagai model Tesla terkait fitur autopilot yang telah mengakibatkan puluhan kasus kecelakaan serius.
Tesla belum mengeluarkan buletin layanan tentang masalah ini, dan menurut salah satu sumber, perusahaan sedang mengecilkan masalah keamanan untuk menghindari orang percaya bahwa mobil baru mereka tidak dapat dikendarai.
Tesla diduga sedang mengerjakan patch perangkat lunak sementara, tetapi solusi utama untuk masalah ini adalah penggantian komputer, yang mungkin akan dilakukan di masa depan.



.jpg&w=3840&q=75)
.jpg&w=3840&q=75)