Teknologi

Kominfo Blokir Akses Laman Pencari Duckduckgo, Diduga Mengandung Judi dan Pornografi?

Oleh Media Formasi 2 menit baca
placeholder image

Setelah pada awal Juni lalu mengancam pemblokiran laman media sosial X, serta membenarkan rumor pemblokiran akses internet ke negara seperti Filipina dan Kamboja, kali ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kembali menuai cuitan, setelah muncul rencana pemblokiran akses dari situs pencarian Duckduckgo.

Didasari Oleh Konten Judi Online dan Pornografi

Melansir dari Katadata pada Rabu (31/7) dan Tempo pada Kamis (1/7), langkah Kominfo atau Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir mesin pencarian yang berbasis di Amerika Serikat DuckDuckGo ini muncul imbas dari keluhan berbagai konten judi online dan pornografi yang semakin meluas.

"Pemblokiran search engine DuckDuckGo ini karena banyaknya keluhan yang sampai ke kami atas masih banyaknya konten-konten judi online dan pornografi di search results," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usman Kansong kepada Katadata.co.id, Rabu (31/7).

Sekilas Tentang DuckDuckGo

DuckDuckGo merupakan perusahaan independen yang menawarkan produk untuk privasi internet. Perusahaan yang secara resmi bernama Duck Duck Go Inc. ini terkenal dengan produk pertamanya, yaitu mesin pencari DuckDuckGo. Pemberian nama DuckDuckGo didasarkan pada permainan anak-anak tradisional, yaitu duck, duck, dan goose (bebek, bebek, dan angsa).

Didirikan oleh Gabriel Weinberg yang berkantor pusat di Paoli, Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 2008. Perusahaan ini mendapatkan modal ventura sebesar $3 juta (Rp 48 miliar) pada 2011 dan pendanaan tambahan lainnya. Setelah itu, perusahaan ini menghasilkan pendapatan melalui iklan yang muncul di hasil pencarian.

Menjadi Search Engine yang Lebih Privat

Mesin pencari yang menjadi pesaing dari laman Google ini menawarkan layanan pencarian yang lebih privat karena mereka tidak melacak riwayat pencarian dari pengguna.

"Saat Anda mencari, Anda anonim. Tidak ada iklan manipulatif. Anda hanya melihat informasi yang Anda cari," mengutip dari laman TechReport.

Mengambil data dari Backlinko dan TechReport DuckDuckGo mencatatkan lebih dari 10 juta unduhan atau download aplikasi seluler per Oktober 2023. Sekitar 50% penggunanya berasal dari Amerika Serikat. Pangsa pasar DuckDuckGo diperkirakan 0,721% per kuartal pertama tahun lalu. Mesin pencarian ini diprediksi memiliki lebih dari 100 juta pengguna.



Tentang Penulis

Media Formasi
Media FormasiPenulis di Media Formasi

Media Formasi adalah bagian dari tim editorial Media Formasi yang berdedikasi untuk memberikan berita dan informasi terkini seputar dunia pop kultur, hobi, dan teknologi di Indonesia.

Punya pertanyaan atau ingin menghubungi tim redaksi? Email kami di [email protected]