Teknologi

TikTok Shop Kembali? Bytedance Suntik Dana Setara 75% Saham Tokopedia Senilai Rp23,53 Triliun

Oleh Media Formasi 2 menit baca
placeholder image

TikTok, salah satu unit usaha BYTEDANCE, perusahaan asal Tiongkok, resmi akan mengambil mayoritas saham dalam unit e-commerce dari perusahaan teknologi terbesar Indonesia, PT GOTO , tepatnya Tokopedia, dalam sebuah kemitraan dengan investasi 1.5 milyar USD atau sekitar Rp23,53 trilliun pada hari Senin (11/12).

Pengumuman ini juga bisa diakses melalui situs resmi GoTo pada tautan ini.

Cara Bytedance untuk Bawakan TikTok Shop ke Indonesia

Kesepakatan ini datang setelah Indonesia pada bulan Oktober melarang belanja online di platform media sosial untuk melindungi pedagang kecil dan data pengguna, memaksa TikTok untuk menutup layanan e-commerce-nya, TikTok Shop.

Dalam kesepakatan ini, TikTok akan mendapatkan 75,01% saham PT Tokopedia milik GoTo, platform e-commerce terbesar di Indonesia, seharga $840 juta dan menyuntikkan bisnis TikTok Shop di Indonesia ke dalam entitas Tokopedia yang diperluas.

Saham mayoritas ini didapatkan setelah TikTok melakukan investasi atau injeksi modal ke Tokopedia, yang membuatnya otomatis menjadi pemegang saham dengan nilai yang sesuai. 24.99 % dari saham PT Tokopedia masih dipegang oleh GoTo.

Selain itu, Tokopedia juga secara resmi mengambil alih bisnis TikTok Shop di Indonesia. Kedepannya, Tokopedia yang akan menjalankan bisnis tersebut di Indonesia yang sekaligus sebagai tujuan TikTok yang sebelumnya ingin mencari mitra lokal agar bisa masuk resmi di Indonesia setelah larangan berbisnis oleh pemerintah beberapa waktu yang lalu.

"Pasangan strategis ini akan dimulai dengan periode uji coba yang dilakukan dengan konsultasi dan pengawasan ketat oleh regulator terkait," kata kedua perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan bersama. Banyak dari lebih dari 270 juta penduduk Indonesia adalah pengguna media sosial aktif.

TikTok, yang dimiliki oleh ByteDance China, memiliki 124 juta pengguna di negara tersebut dan telah mencari cara untuk mengubah basis pengguna besar menjadi sumber pendapatan e-commerce utama.

Baca juga: Sah, Gojek dan Tokopedia Akhirnya Sepakat Untuk Merger!

Investasi dan Izin E-commerce TikTok di Indonesia

Transaksi ini akan selesai pada kuartal pertama 2024 dan Tokopedia akan menerima promes senilai $1 miliar dari TikTok yang dapat digunakan untuk mendanai kebutuhan modal kerja, kata mereka.

"TikTok berkomitmen untuk menginvestasikan lebih dari $1.5 miliar dalam entitas yang diperluas seiring waktu, untuk menyediakan pendanaan masa depan yang dibutuhkan oleh bisnis, tanpa dilusi tambahan untuk GoTo," kata pernyataan tersebut.

Baca juga: TikTok Rilis Aplikasi Streaming Musik Rival Spotify dan Joox di Indonesia

Saham GoTo, yang bisnisnya juga mencakup layanan taksi online, pengiriman, dan layanan keuangan, anjlok 8,3% setelah pengumuman ini, karena beberapa investor mengambil keuntungan dari reli sahamnya yang baru-baru ini terjadi dalam antisipasi kesepakatan dengan TikTok.

Tokopedia bersaing dengan Shopee milik Sea dan Lazada milik Alibaba, raksasa e-commerce China, di pasar e-commerce Indonesia.

Industri ini diperkirakan akan berkembang menjadi sekitar $160 miliar pada tahun 2030 dari $62 miliar pada tahun ini, menurut laporan dari Google, investor negara Singapura Temasek Holdings, dan konsultan Bain & Co.

Tentang Penulis

Media Formasi
Media FormasiPenulis di Media Formasi

Media Formasi adalah bagian dari tim editorial Media Formasi yang berdedikasi untuk memberikan berita dan informasi terkini seputar dunia pop kultur, hobi, dan teknologi di Indonesia.

Punya pertanyaan atau ingin menghubungi tim redaksi? Email kami di [email protected]