Teknologi

C-Face, "Smart Mask" dengan Kemampuan Terjemahan Multi-Bahasa

Oleh Ilham Purnama Sadik 2 menit baca
placeholder image

Masker memang menjadi suatu hal yang penting, terlebih di saat pandemi seperti sekarang. Namun perusahaan startup asal negeri sakura, Jepang, justru menciptakan masker pintar dengan teknologi yang mumpuni.

Perusahaan bernama Donut Robotics berhasil menciptakan masker dengan teknologi pengenalan suara dan juga mampu menerjemahkan bahasa ke dalam delapan bahasa yang berbeda.

Mengutip CNN Indonesia, inovasi ini muncul ditengah tren gaya hidup masyarakat yang tak bisa lepas dari pengunaan masker, seperti saat pandemi COVID-19 sekarang ini. Masker bernama C-Face Smart ini dibanderol dengan harga $30 hingga $40 (atau sekitar Rp. 600 ribu).

Cara kerjanya, saat smart mask ini terhubung dengan aplikasi khusus, masker tersebut dapat memperkuat suara pengguna, bahkan bisa menyalin suara percakapan menjadi bentuk teks.

Meskipun begitu, smart mask ini tidak sepenuhnya dirancang untuk melindungi penggunanya dari paparan COVID-19, melainkan digunakan dibalik masker yang digunakan untuk mencegah paparan COVID-19.

Donut Robotics is building a mask that's a: walkie-talkie, personal secretary & translator. It can record its users’ voice, projecting it to someone else’s smartphone, or transmuting it from Japanese into a variety of languages. Via Ben Dooley & Hisako Ueno, @nytimes#innovation pic.twitter.com/4ZdttPYbVj

— The Beacons (@TheBeacons1) July 30, 2020

Smart Mask, Serba Smart adalah Masa Depan

Taisuke Ono sebagai CEO dari perusahaan Donut Robotics mengatakan masker ini memiliki bahan dasar silikon dan plastik. Mikrofon telah tertanam di masker dan mampu terhubung ke ponsel melalui Bluetooth.

Masker ini ini dapat menerjemahkan bahasa Jepang dan Cina, Korea, Vietnam, Indonesia, Inggris, Spanyol, dan Prancis.

Chip bluetooth di dalam masker dapat terhubung ke telepon pintar dengan jarak maksimal 10 meter. Ono berharap masker itu akan membuat penerapan physical distancing lebih efektif, tanpa harus mengurangi kualitas komunikasi.

“Kita masih memiliki banyak situasi di mana kita harus bertemu langsung,” katanya. Dalam new normal ini, masker dan aplikasi sangat membantu,” ujar Ono.


Donut Robotics pertama kali mengembangkan perangkat lunak terjemahan untuk robot bernama Cinnamon, tetapi ketika pandemi melanda, proyek robot itu ditunda. Saat itulah tim insinyur memiliki ide ide untuk menggunakan perangkat lunak mereka dalam masker wajah.

https://t.co/TVML2cTcxE
Photo: Japanese startup Donut Robotics' CEO Taisuke Ono demonstrates the C-FACE Smart Mask (@Reuters) pic.twitter.com/4QtTV93wMw

— Steve V: Dot Connector (He/Him/His) (@ADotConnector) August 4, 2020

Dilansir dari CNN, Ono mengatakan masker pada distribusi pertama masker ini akan dilakukan di Jepang dengan jumlah 5 ribu hingga 10 ribu topeng tersedia pada Desember tahun ini.

Masker tersebut akan dibanderol dengan harga sekitar Rp600 ribuan, dengan harga itu pengguna telah mendapatkan masker dan aplikasi untuk masker.

Donut Robotics tidak akan berekspansi ke luar negeri hingga April 2021, tetapi Ono mengatakan Amerika Serikat dan Inggris tertarik dengan masker pintar ini.

Tentang Penulis

Ilham Purnama Sadik
Ilham Purnama SadikPenulis di Media Formasi

Ilham Purnama Sadik adalah bagian dari tim editorial Media Formasi yang berdedikasi untuk memberikan berita dan informasi terkini seputar dunia pop kultur, hobi, dan teknologi di Indonesia.

Punya pertanyaan atau ingin menghubungi tim redaksi? Email kami di [email protected]