Kanal YouTube Toei Tokusatsu World Official secara resmi beroperasi sejak 6 April lalu. Kanal YouTube ini dibuat oleh Toei Company untuk menyiarkan acara-acara dan film yang mereka produksi secara gratis ke penonton internasional. Ada sekitar 80 lebih serial yang diunggah ke kanal tersebut, baik itu tokusatsu seperti Jiban ataupun anime seperti Voltes V.
Akan tetapi, peluncuran kanal YouTube ini tidak semulus yang Toei kira.
TOEI KILLED THEIR OWN CHANNEL WITH THEIR OWN COPYRIGHT STRIKES pic.twitter.com/5RtH3Y3u8J
— Gorudan (@ZaGorudan) April 5, 2020
Karena sistem algoritma YouTube yang bermasalah, beberapa video dari kanal ini mendapat copyright claim oleh Toei sendiri sehingga membuat kanal Toei Tokusatsu World terkena takedown. Untungnya, beberapa jam kemudian kanal ini kembali aktif dan masih menyimpan video-video yang sudah diunggah.
AMENDED & REVISED! Here's a list of titles not available in North America via the Toei Tokusatsu World channel, so far, put together by @toku_gami. Some fans might be upset at this, but the rights to these titles have already been spoken for, right now. So, let's break it down: pic.twitter.com/3furfsXDiU
— August Ragone (@RagoneAugust) April 6, 2020
Bukan itu saja. Ada juga masalah lisensi yang mengakibatkan beberapa seri tidak dapat ditonton di wilayah tertentu. Alasannya karena acara tersebut sudah dilisensi oleh distributor lain sebelum Toei membuat kanal ini. Di wilayah Indonesia pun, serial seperti Gavan tidak bisa ditonton karena sudah dilisensi oleh Popcon dan Goshen Media. Tak hanya Gavan, seri Super Sentai mulai dari Goranger hingga Dynaman, Metalder, B-Fighter dan B-Fighter Kabuto juga tak bisa ditonton di Indonesia.
Indonesia has blocked Gavan. pic.twitter.com/ux4LxkqBQb
— Joel (@toku_gami) April 6, 2020
That's correct. Very few countries have access to them.
— Joel (@toku_gami) April 7, 2020
Kanal ini akan terus mengunggah episode baru untuk seri mereka, tapi hanya tiga episode awal yang diberi teks/subtitle Bahasa Inggris. Meski begitu, fans tetap bisa membuat teks Bahasa Inggris untuk episode selanjutnya dengan sistem caption YouTube.
Sumber: ZaGorudan, August Ragone, @toku_gami




