Hai, MedForians!
Berita mengejutkan hadir dari aktris Hollywood sekaligus pebisnis ternama Kim Kadarshian. Ia dikabarkan telah meluncurkan sebuah brand pakaian dalam terbarunya.
Namun yang mengejutkan, istri dari Kanye West memberikan nama brand pakaian dalam yang anti mainstream. Entah karena terlalu menyukai hal berbau Jepang, ia justru menamai brand tersebut “Kimono”. Brand tersebut juga telah meluncurkan jejaring media sosialnya pada beberapa hari lalu.
Lihat postingan ini di InstagramSebuah kiriman dibagikan oleh Kim Kardashian West (@kimkardashian) pada
25 Jun 2019 jam 6:00 PDT
Lihat postingan ini di InstagramKimono Solutionwear™. Coming Soon. #KimonoBody Photo: #VanessaBeecroft Choreography: #FatimaRobinson
Sebuah kiriman dibagikan oleh KIMONO (@kimono) pada
25 Jun 2019 jam 5:55 PDT
Sontak, banyak netizen Jepang yang marah dan tersinggung atas nama brand tersebut. Mereka mengganggap bahwa Kim Kadarshian telah mencoreng nama baik dan kebudayaan masyarakat. Para Netizen juga mengganggap bahwa Kim telah menodai Kimono dan mengganggap Kim tidak respek. Bahkan sebagian netizen mengganggap aktris berusia 39 tahun itu hendak mencuri sekaligus merampas salah satu kebudayaan mereka.
Istri Kanye West ini sempat berkilah bahwa penamaan brand tersebut disesuaikan dengan nama dirinya, Kim. Ia bahkan tetap tidak akan mengubah nama itu.
Sontak, netizen sudah semakin tersinggung. Mereka pun membanjiri Trending Topic Twitter dengan hashtag #KimOhNo,
“Kimono” is a name of one of our, Japanese precious culture which has over a thousand years history.
— 有伽(Yuka)*服作る人 (@Yuka_fcm) June 27, 2019
I really hope @KimKardashian reconsider about the brand name.
Your influence is huge.#kimono #KimOhNo pic.twitter.com/u06zyLIMog
Don't steal our culture.#KimOhNo pic.twitter.com/GX3p9AyQwT
— さと (@sato_kimono) June 25, 2019
My cultures not your underwear. #KimOhNo pic.twitter.com/kePFwOdQdE
— Mayumi Narako (@MayumiNarako) June 26, 2019
Perlu diketahui bahwa Kimono sendiri dianggap “sakral” dan formal karena sering dipakai dalam event-event tertentu, bahkan dianggap sakral dalam upacara dan ritual tertentu. Seperti upacara kelahiran, upacara hari kedewasaan (bagi pemuda dan pemudi yang telah berusia 20 tahun), dan pernikahan.
This is kimono celebrating birth.
— ハリハコビ (@harihakobi) June 26, 2019
It’s our tradition and culture.#KimOhNo pic.twitter.com/28sVnCldyZ
This is the picture taken at my coming of age day.
— なぁね🍍 (@na4sao3) June 26, 2019
I was wearing Furisode(the most formal wear of Kimono for unmarried women),it come from silk and gold.
Kimono has very long history and tradition, NEVER a underwear!
#KimOhNo pic.twitter.com/ikN4KWwA1F
Reaksi Walikota Kyoto
Kemarahan netizen Jepang ini juga ditanggapi oleh salah satu walikota Kyoto, Daisaku Kadokawa. Perlu diingat, bahwa Kyoto merupakan daerah modern sekaligus tradisional, dimana masih banyaknya geisha dan maiko yang berpakaian dengan kimono tradisional.
Beliau memberikan sebuah cuplikan surat untuk memberikan penjelasan terkait kimono, sekaligus menyindir secara halus sang artis.
Secara singkat, Walikota Kyoto ini menjelaskan bahwa Kimono sudah menjadi bagian dari sejarah dan nilai-nilai kehidupan luhur masyarakat Jepang. Ia juga menjelaskan bahwa saat ini kimono telah didaftarkan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda agar bisa dilindungi. Ia mengajak Kim untuk datang ke Kyoto untuk lebih memahami esensi terkait kimono.
Melihat reaksi negatif dari para netizen Jepang, sepertinya Kim Kadarshian perlu lebih berhati-hati dalam mengambil nama untuk brand produknya. Bagaimana tanggapan kalian, MedForians?




